Seorang beragama Kristen menyambut kedatangan Imam Ali as-
Sajjad,
kemudian menghidangkan buah anggur. Imam pun
memakan buah tersebut.
Tak lama, orang tersebut menghidangkan minuman arak dari
anggur, Imam lalu menolaknya seraya berkata: "Haram!"
Orang tersebut sambil terheran berkata: "Sungguh mengherankan
kalian wahai umat Muslim, kalian menghalalkan ini (buah anggur)
dan mengharamkan ini (arak dari anggur).
Padahal ini (arak) terbuat
dari ini(buah anggur)"
Kemudian Imam bertanya: "Apakah engkau memiliki istri?".
Orang tersebut berkata: "Iya!"
Imam berkata: "Tolong panggil kemari!"
Kemudian Imam bertanya lagi: "Apakah engkau memiliki putri?"
Dia menjawab: "Iya!"
Imam berkata: "Tolong panggil kemari!"
Kemudian orang tersebut datang bersama istri dan putrinya.
Setelah terkumpul semuanya, Imam berkata: "Apakah engkau tidak
melihat bahwa Allah menghalalkan ini (istrimu) dan mengharamkan
ini (putrimu). Padahal ini(putrimu) dari ini (istrimu).
Orang kristen itu pun bersyahadat.
Subhanallah..
Senin, 18 Februari 2013
Sabtu, 16 Februari 2013
Rasa Sakit Hati Ini
Semua tak ada yang mengetahuinya
Mengapa kini diriku jadi begini
Semua tak ada yang mengetahuinya
Bagaimana perasaanku kali ini
Hati ini terasa seperti batu yang terbelah dua
Kau pergi tanpa memedulikanku
Bagai air yang menetes dari daun
Kau harus pergi terpaksa dari kehidupanku
Selamat tinggal, Kawan!
Kau sudahlah bukan temanku
Karna kau pergi dengan melukaiku
Yang menyakitkan diriku tanpa ada alasan
Mengapa kini diriku jadi begini
Semua tak ada yang mengetahuinya
Bagaimana perasaanku kali ini
Hati ini terasa seperti batu yang terbelah dua
Kau pergi tanpa memedulikanku
Bagai air yang menetes dari daun
Kau harus pergi terpaksa dari kehidupanku
Selamat tinggal, Kawan!
Kau sudahlah bukan temanku
Karna kau pergi dengan melukaiku
Yang menyakitkan diriku tanpa ada alasan
Kenangan Yang Tertinggal
Selembar kertas ungu darimu
Yang lalu kau letakkan di atas mejaku
Masih ku simpan di dalam kenanganku
Ku renungkan dirimu disini
Sambil ku dekap kertas darimu
Ku seka air mataku yang mengalir deras
Yang mengingatkanku saat kau dulu bersamaku
Debu bercampur pasir dan usang
Melekat pada kertas ungu darimu
Ku berusaha tuk menyimpan kenangan ini sejak kau berpisah denganku
Tapi, kertas ini tetap saja tak bisa bertahan begitu lama
Segores tinta yang kau torehkan di kertas ini,
Menyampaikan maksudmu dahulu padaku
Yang kini telah sulit terbaca
Tapi ku tetap mengingat perkataanmu
Yang lalu kau letakkan di atas mejaku
Masih ku simpan di dalam kenanganku
Ku renungkan dirimu disini
Sambil ku dekap kertas darimu
Ku seka air mataku yang mengalir deras
Yang mengingatkanku saat kau dulu bersamaku
Debu bercampur pasir dan usang
Melekat pada kertas ungu darimu
Ku berusaha tuk menyimpan kenangan ini sejak kau berpisah denganku
Tapi, kertas ini tetap saja tak bisa bertahan begitu lama
Segores tinta yang kau torehkan di kertas ini,
Menyampaikan maksudmu dahulu padaku
Yang kini telah sulit terbaca
Tapi ku tetap mengingat perkataanmu
Jumat, 15 Februari 2013
Cinta Yang Telah Berlalu Lalang
Ku tinggalkan lembaran-lembaran kertas cinta untukmu
Yang bertorehkan tinta berwarna ungu khas diriku
Ku letakkan cinta tulus di hatiku
Dan ku rawat selalu sepanjang waktu
Burung-burung bertenggeran di pohon cinta
Mengalunkan sebuah lagu cinta kita dari mulut kecil mereka
Menghangatkan suasanaku yang kian membeku
Memberi ingatan kepadaku tentang masa lalu kita
Kini semua hanya tinggallah sebuah cerita
Cerita tentang kisah cinta kita
Yang lalu mengembang
Dan kini menghilang
Ku ingat masa lalu kita
Di saat rembulan membulat dan bersinar terang,
Kita selalu bersama-sama sambil bersenda gurau di bawah pohon cinta
Kini,
Itu semua tinggallah kenangan
Kenangan yang terbawa oleh sekumpul debu yang berterbangan
Segerombol burung yang tinggalkan sarangnya
Dan setitik air yang menetes dari langit
Waktu telah berputar
Masa lalu tinggallah kenangan
Kasih sayangku tinggallah kisah
Air mata cinta tinggallah tetesan
Selamat tinggal cintaku!
Demi waktu aku berubah
Mancari sesuatu yang terbaik untukku
Dan mengejar impianku yang terbayang
Yang kan ku raih dengan sayang
Yang bertorehkan tinta berwarna ungu khas diriku
Ku letakkan cinta tulus di hatiku
Dan ku rawat selalu sepanjang waktu
Burung-burung bertenggeran di pohon cinta
Mengalunkan sebuah lagu cinta kita dari mulut kecil mereka
Menghangatkan suasanaku yang kian membeku
Memberi ingatan kepadaku tentang masa lalu kita
Kini semua hanya tinggallah sebuah cerita
Cerita tentang kisah cinta kita
Yang lalu mengembang
Dan kini menghilang
Ku ingat masa lalu kita
Di saat rembulan membulat dan bersinar terang,
Kita selalu bersama-sama sambil bersenda gurau di bawah pohon cinta
Kini,
Itu semua tinggallah kenangan
Kenangan yang terbawa oleh sekumpul debu yang berterbangan
Segerombol burung yang tinggalkan sarangnya
Dan setitik air yang menetes dari langit
Waktu telah berputar
Masa lalu tinggallah kenangan
Kasih sayangku tinggallah kisah
Air mata cinta tinggallah tetesan
Selamat tinggal cintaku!
Demi waktu aku berubah
Mancari sesuatu yang terbaik untukku
Dan mengejar impianku yang terbayang
Yang kan ku raih dengan sayang
Langganan:
Postingan (Atom)
Masuk Islam Karena Anggur
Seorang beragama Kristen menyambut kedatangan Imam Ali as-
Sajjad,
kemudian menghidangkan buah anggur. Imam pun
memakan buah tersebut.
Tak lama, orang tersebut menghidangkan minuman arak dari
anggur, Imam lalu menolaknya seraya berkata: "Haram!"
Orang tersebut sambil terheran berkata: "Sungguh mengherankan
kalian wahai umat Muslim, kalian menghalalkan ini (buah anggur)
dan mengharamkan ini (arak dari anggur).
Padahal ini (arak) terbuat
dari ini(buah anggur)"
Kemudian Imam bertanya: "Apakah engkau memiliki istri?".
Orang tersebut berkata: "Iya!"
Imam berkata: "Tolong panggil kemari!"
Kemudian Imam bertanya lagi: "Apakah engkau memiliki putri?"
Dia menjawab: "Iya!"
Imam berkata: "Tolong panggil kemari!"
Kemudian orang tersebut datang bersama istri dan putrinya.
Setelah terkumpul semuanya, Imam berkata: "Apakah engkau tidak
melihat bahwa Allah menghalalkan ini (istrimu) dan mengharamkan
ini (putrimu). Padahal ini(putrimu) dari ini (istrimu).
Orang kristen itu pun bersyahadat.
Subhanallah..
Sajjad,
kemudian menghidangkan buah anggur. Imam pun
memakan buah tersebut.
Tak lama, orang tersebut menghidangkan minuman arak dari
anggur, Imam lalu menolaknya seraya berkata: "Haram!"
Orang tersebut sambil terheran berkata: "Sungguh mengherankan
kalian wahai umat Muslim, kalian menghalalkan ini (buah anggur)
dan mengharamkan ini (arak dari anggur).
Padahal ini (arak) terbuat
dari ini(buah anggur)"
Kemudian Imam bertanya: "Apakah engkau memiliki istri?".
Orang tersebut berkata: "Iya!"
Imam berkata: "Tolong panggil kemari!"
Kemudian Imam bertanya lagi: "Apakah engkau memiliki putri?"
Dia menjawab: "Iya!"
Imam berkata: "Tolong panggil kemari!"
Kemudian orang tersebut datang bersama istri dan putrinya.
Setelah terkumpul semuanya, Imam berkata: "Apakah engkau tidak
melihat bahwa Allah menghalalkan ini (istrimu) dan mengharamkan
ini (putrimu). Padahal ini(putrimu) dari ini (istrimu).
Orang kristen itu pun bersyahadat.
Subhanallah..
Rasa Sakit Hati Ini
Semua tak ada yang mengetahuinya
Mengapa kini diriku jadi begini
Semua tak ada yang mengetahuinya
Bagaimana perasaanku kali ini
Hati ini terasa seperti batu yang terbelah dua
Kau pergi tanpa memedulikanku
Bagai air yang menetes dari daun
Kau harus pergi terpaksa dari kehidupanku
Selamat tinggal, Kawan!
Kau sudahlah bukan temanku
Karna kau pergi dengan melukaiku
Yang menyakitkan diriku tanpa ada alasan
Mengapa kini diriku jadi begini
Semua tak ada yang mengetahuinya
Bagaimana perasaanku kali ini
Hati ini terasa seperti batu yang terbelah dua
Kau pergi tanpa memedulikanku
Bagai air yang menetes dari daun
Kau harus pergi terpaksa dari kehidupanku
Selamat tinggal, Kawan!
Kau sudahlah bukan temanku
Karna kau pergi dengan melukaiku
Yang menyakitkan diriku tanpa ada alasan
Kenangan Yang Tertinggal
Selembar kertas ungu darimu
Yang lalu kau letakkan di atas mejaku
Masih ku simpan di dalam kenanganku
Ku renungkan dirimu disini
Sambil ku dekap kertas darimu
Ku seka air mataku yang mengalir deras
Yang mengingatkanku saat kau dulu bersamaku
Debu bercampur pasir dan usang
Melekat pada kertas ungu darimu
Ku berusaha tuk menyimpan kenangan ini sejak kau berpisah denganku
Tapi, kertas ini tetap saja tak bisa bertahan begitu lama
Segores tinta yang kau torehkan di kertas ini,
Menyampaikan maksudmu dahulu padaku
Yang kini telah sulit terbaca
Tapi ku tetap mengingat perkataanmu
Yang lalu kau letakkan di atas mejaku
Masih ku simpan di dalam kenanganku
Ku renungkan dirimu disini
Sambil ku dekap kertas darimu
Ku seka air mataku yang mengalir deras
Yang mengingatkanku saat kau dulu bersamaku
Debu bercampur pasir dan usang
Melekat pada kertas ungu darimu
Ku berusaha tuk menyimpan kenangan ini sejak kau berpisah denganku
Tapi, kertas ini tetap saja tak bisa bertahan begitu lama
Segores tinta yang kau torehkan di kertas ini,
Menyampaikan maksudmu dahulu padaku
Yang kini telah sulit terbaca
Tapi ku tetap mengingat perkataanmu
Cinta Yang Telah Berlalu Lalang
Ku tinggalkan lembaran-lembaran kertas cinta untukmu
Yang bertorehkan tinta berwarna ungu khas diriku
Ku letakkan cinta tulus di hatiku
Dan ku rawat selalu sepanjang waktu
Burung-burung bertenggeran di pohon cinta
Mengalunkan sebuah lagu cinta kita dari mulut kecil mereka
Menghangatkan suasanaku yang kian membeku
Memberi ingatan kepadaku tentang masa lalu kita
Kini semua hanya tinggallah sebuah cerita
Cerita tentang kisah cinta kita
Yang lalu mengembang
Dan kini menghilang
Ku ingat masa lalu kita
Di saat rembulan membulat dan bersinar terang,
Kita selalu bersama-sama sambil bersenda gurau di bawah pohon cinta
Kini,
Itu semua tinggallah kenangan
Kenangan yang terbawa oleh sekumpul debu yang berterbangan
Segerombol burung yang tinggalkan sarangnya
Dan setitik air yang menetes dari langit
Waktu telah berputar
Masa lalu tinggallah kenangan
Kasih sayangku tinggallah kisah
Air mata cinta tinggallah tetesan
Selamat tinggal cintaku!
Demi waktu aku berubah
Mancari sesuatu yang terbaik untukku
Dan mengejar impianku yang terbayang
Yang kan ku raih dengan sayang
Yang bertorehkan tinta berwarna ungu khas diriku
Ku letakkan cinta tulus di hatiku
Dan ku rawat selalu sepanjang waktu
Burung-burung bertenggeran di pohon cinta
Mengalunkan sebuah lagu cinta kita dari mulut kecil mereka
Menghangatkan suasanaku yang kian membeku
Memberi ingatan kepadaku tentang masa lalu kita
Kini semua hanya tinggallah sebuah cerita
Cerita tentang kisah cinta kita
Yang lalu mengembang
Dan kini menghilang
Ku ingat masa lalu kita
Di saat rembulan membulat dan bersinar terang,
Kita selalu bersama-sama sambil bersenda gurau di bawah pohon cinta
Kini,
Itu semua tinggallah kenangan
Kenangan yang terbawa oleh sekumpul debu yang berterbangan
Segerombol burung yang tinggalkan sarangnya
Dan setitik air yang menetes dari langit
Waktu telah berputar
Masa lalu tinggallah kenangan
Kasih sayangku tinggallah kisah
Air mata cinta tinggallah tetesan
Selamat tinggal cintaku!
Demi waktu aku berubah
Mancari sesuatu yang terbaik untukku
Dan mengejar impianku yang terbayang
Yang kan ku raih dengan sayang
Langganan:
Postingan (Atom)